Rabu, 14 Agustus 2013

SHINING STAR


SHINING STAR

‘Ayah adalah orang yang bodoh!!! Aku benci ayah!!!’
Meliaht mata ayah, merasakan pelukannya, dan mendengar suaranya adalah hal yang terindah.
‘Maafkan Ayah’

**************************************

Donghae seorang anak yang manis dan baik terhadap setiap orang. Sekarang usianya sudah beranjak 17 tahun. Masa yang memerlukan perhatian penuh dari orang tuannya.
“ayah aku ingin menjadi seorang bintang” sambil menatap langit
Ayahnya hanya sengelus rambut Donghae.
“aku ingin ayah melihatku nanti, aku ingin memenuhi kebutuhan ayah” katanya sambil menyampingkan badan
Ayahnya hanya tersenyum mendengar setiap kalimat yang di keluarkan Donghae.
Angin malam membelai wajah ayah dan anak yang sedang menikmati bintang malam di Kota Mokpo
“saat kau menjadi bintang ayah akan melihat mu dari atas sana” sambil menunjuk kearah langit
Donghae tidak mengerti maksud dari ayah nya tapi dia tetap tersenyum.

*************************************

“Donghae bantu ayah membawa ikan ke pasar” kata ibu donghae
“DONGHAE!!!”
“LEE DONGHAE” kali ini ibu donghae langsung mendobrak kamar donghae.
Semua sudah rapi, donghae juga tidak tampak hanya sebuah amplop putih yang terletak di atas meja belajarnya.


Ayah dan ibu kalian adalah bintang bagiku ^^
Hari ini aku akan pergi ke Seoul, kalian tidak usah mencariku nanti aku pasti akan muncul dengan sendirinya.
Jaga kesehatan kalian baik-baik ya

Your Love

Lee Donghae


*******************************************
SEOUL
Donghae benar-benar tidak tau kemana sekarang ia harus pergi. Sekarang ini dia benar-benar seperti anak ayam yang hilang.
Dia hanya berjalan mengikuti arah kaki nya, kemana dia dibawa kesitu dia akan pergi. “aku tidak akan terluka walaupun ditabrak truk sekalipun” katanya semangat, “tapi sepertinya aku akan mati kelaparan” sambungnya sambil memegangi perut.
Ditengah jalan dia melihat seorang remaja dengan gaya ala hiphop sedang menari dan mendapat uang dari beberapa orang yang melihat aktrasinya.
Donghae langsung berjalan menemui remaja itu “halo, nama saya Donghae” katanya sopan
Remaja itu hanya diam dan merapikan uang yang ia dapatkan lalu pergi meninggalkan Donghae
“tunggu!! Bolehkah aku mencoba tarian tadi?” teriak donghae
Remaja itu diam lalu membalikkan badan menatap donghae dari bawah keatas
“eh… kau mau menari seperti ku? Sepertinya tidak mungkin”
“aku pasti bisa, tolong bantu aku”
Remaja itu kembali menemui donghae
“namaku eunhyuk, sekarang kau coba menari sepertiku tadi… apa mungkin kau mendapat uang lebih banyak dariku” ejek nya
Donghae mendadak gemetar, dia tidak pernah menari sama sekali pekerjaannya hanya berjualan ikan.
Eunhyuk memutar music lalu menari dengan lincah, hanya beberapa menit saja sudah banyak orang yang mengelilingi mereka.
“sekarang giliranmu” katanya pada donghae
Donghae melemaskan badannya dan memejamkan mata, lalu menari dengn gerakan tak beraturan ia hanya mengikuti instruksi dari otaknya.
Selesai dia menari semua penonton langsung bertepuk tangan dan memberikan donghae uang. Donghae tersenyum melihat banyak uang yang sekarang sudah ada ditangannya.
“tidakku sangka kau bisa menari sebagus itu” puji eunhyuk dari belakang
“terimakasih itu juga berkat kau”
Mereka saling melempar senyum

********************************

Malam pertama donghae ada di Seoul, dia tinggal dirumah keluarga eunhyuk. Setiap donghae melihat ayah eunhyuk dia selalu ingat dengan ayahnya yang dia tinggalkan di Mokpo.
Pagi ini donghae membantu eunhyuk mengantar susu kesetiap rumah. Di salah satu rumah ada seorang pria yang memberikan brosur mengenai pendaftaran sebuah audisi.
“kemarin aku melihat kalian berdua menari, itu sangat menakjubkan, semoga kertas itu bermanfaat” katanya
Setelah mengantar susu donghae dan eunhyuk langsung mencari alamat tempat audisi itu.
Sebuah papan nama bertuliskan SM ENTERTAIMENT tempat audisi itu diadakan. Donghae dan eunhyuk memasuki gedung besar itu. “permisi apa disini tempat audisi diadakan?” Tanya donghae pada salah seorang petugas
“iya, benar apa kalian ingin mengikuti audisi itu?”
“iya kami ingin mengikuti audisi itu”
“kalau begitu silahkan isi formulir pendaftaran dulu, lalu kalian naik saja ke lantai 2”
“terimakasih”
Donghae dan eunhyuk langsung mengisi formulir yang diberiakan petugas tadi, lalu mereka naik ke lantai 2. Disana ternyata sudah banyak orang yang berminat untuk mengikuti audisi itu.
Giliran eunhyuk masuk, donghae begitu takut tapi wajah eunhyuk hanya datar. Setelah beberapa menit menunggu eunhyuk keluar dengan wajah berseri.
“kau lulus?” Tanya donghae
Eunhyuk mengangguk senang. “aku diterima disini” katanya senang
Sekarang adalah giliran donghae yang masuk, donghae rasanya ingin mati.
Beberapa menit kemudian dia keluar dengan ekspresi yang sama dengan eunhyuk
“bagaimana?” Tanya eunhyuk
“aku lulus katanya aku akan menerima pelatihan disini”
Mereka lalu keluar dari gedung itu dengan perasaan senang.

**********************************************************

Sudah 3 tahun Donghae tidak bertemu denagn ayah nya. Selama menerima pelatihan donghae tidak pernah lupa untuk melihat foto keluarganya.
Sekarang donghae dan eunhyuk sudah menjadi orang sukses bahkan perusahaan juga akan mendebut kan mereka dengan nama super junior. Tidak hanya donghae dan eunhyuk ada juga beberapa member yang tidak kalah jago nya dengan mereka.
Setelah debut super junior jadwalnya begitu padat bahkan mereka tidak sempat untuk tidur.
Suatu hari donghae menerima sebuah surat dari ayahnya

Donghae kau anak ayah yang pintar. Ayah sudah melihatmu di berbagai acara TV.
Ayah sangat bangga pada mu.
Bisakah kau menemui ayah untuk yang terakhir kali??, ayah sangat merindukan mu.

Saat itu donghae merasa ada yang aneh dari surat ayahnya. Tapi donghae tidak bis memenuhi permintaan ayahnya karena jadwal yang padat.

*************************************************

4 bulan setelah donghae menerima surat dari ayahnya dan hal itu tidak pernah terulang lagi.
Hari ini donghae mengunjungi ayah nya ke Mokpo.
Sampai di Mokpo donghae langsung menuju rumah ayahnya dengan banyak barang bawakan sebagai oleh-oleh.
Tapi rumahnya kosong, donghae menanyakan pada tetangga katanya ayah nya sudah lama sakit dan rumahnya sudah dijual untuk membayar biaya rumah sakit.
Mendengar berita itu donghae seperti lumpuh, dia segera menuju rumah sakit yang alamatnya telah diberikan tetangga.
Bangsal 134 adalah ruangan ayah donghae, dari lorong tampak ibu nya yang menangis.
“ibu!!” panggil donghae
Saat itu donghae langsung memeluk ibunya, sudah 4 tahun dia tidak bertemu ibunya rasa rindu yang begitu dalam kini telah terbayar.
“ayah bagaimana?apa yang terjadi pada ayah?” Tanya donghae
“maafkan ibu, maafkan ibu. Ayahmu sakit, dia sakit… “ ibu donghae tidak sanggup melanjutkan perkataan nya
“ayah sakit apa bu?” donghae mengguncang pundak ibu nya
“kanker! Kanker hati, ayah mu sudah lama menderita penyakit itu tapi dia melarang ibu untuk bercerita pada mu”
“apa?!”
“iya, semua uang berobat telah digunakan untuk membiayai mu sekolah donghae”
Donghae begitu terpukul. selama ini, selama 4 tahun dia tidak mengetahui keadaan yang sebenar nya.
“ibu aku sangat bodoh” katanya pelan. Perlahan donghae mundur menyandarkan tubuh nya pada dinding rumah sakit, dia menundukkan kepala nya dan menangis, menangis sejadi-jadinya.

*********************************************

Ayah gila!! Ayah bodoh!! Aku benci ayah!!!
Donghae menatap lesu ayah nya yang terbaring, wajah nya begitu donghae rindu kan, peluk kan hangat nya, semua menyangkut ayah begitu donghae rindu kan
Donghae berjalan mendekati kasur pasien. Dia mengambil tangan ayah nya membenamkan wajah nya pada tangan yang hangat itu lalu menangis, tangisan seperti dulu,  Saat mainannya dirampas.
“donghae” suara yang begitu berat, suara yang dia rindu kan.
Donghae mengangkat wajah nya, menghapus air mata yang membasahi pipi nya
“ayah sangat merindu kan mu, ayah minta maaf ayah telah berbohong pada mu”
“ayah aku sekarang sudah sukses, apa pun yang ayah ingin kan kata kan saja pada ku, tapi ayah harus sembuh”
“ayah hanya ingin 1 permohonan saja donghae”
“apa ayah?kata kan pada ku?!”
“jangan menangis ketika ayah pergi”
“ayah tidak boleh berkata seperti itu, ayah pasti sembuh”
Donghae mencoba menahan air matanya berkali kali dia menarik nafas, tapi air mata itu jatuh juga
“terimakasih kau mau datang melihat ayah”
Mata ayah donghae perlahan lahan terpejam, detak jantung nya berhenti.
“ayah!!!ayah!!! bangun!!” donghae mengguncang tubuh ayah nya, tapi tidak ada reaksi. Hanya garis lurus yang tertera pada layar pendeteksi jantung itu.
Donghae tertunduk menangis, memberikan penghormatan terakhir pada ayah nya. Ayah nya yang begitu bodoh.

********************************************************

“Ayah apa kau melihat ku? Aku anak mu, aku sudah semakin sukses ayah. Bersama teman-teman ku, aku akan membuat seluruh dunia tau bahwa hanya satu hal yang terbaik di dunia ini, yaitu ayah”
Angin malam kota mokpo membelai wajah donghae yang kini tengah menghadap langit. Begitu banyak kenangan di kota kelahiran nya ini, namun satu yang paling indah yaitu menatap bintang bersama ayah nya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>END<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“bintang itu walau dia tidak tampak pada malam hari, atau pun tidak terlihat pada pagi hari tapi dia tetap berada pada tempatnya, dengan sinar kecil yang begitu berarti”_Lee Donghae

_______________________________________________________________________________________________
aduh... bagaiman?? apa ceritanya buruk? atau bahasaku masih berantakkan? tolong dikomentari ^^
cerpen ke-2 ku tentang Super Junior semoga kalian suka ^^