Senin, 29 Juli 2013

MY STORIES



My Stories


Inspired by Super Junior
Coast : Kyuhyun
Music by Taeyeon-IF

My First Stories about Super Junior. Cerita ini mengisahkan bagaimana perjuangan dua orang pasien untuk sembuh dan saling mencintai.



II’L BE WAITING FOR YOU

Kehilangan seorang yang di cintai adalah hal yang menyakitkan. Hal ini lah yang sedang terjadi sekarang. Seorang pasien menderita penyakit yang sama dan mencintaiku dengan tulus telah di panggil Tuhan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sudah 2 bulan terakhir ini kesehatan ku semakin memburuk, bahkan aku tidak mau melangsungkan pengobatan anti kanker lagi. Dokter juga menyarankan agar aku di bawa ke Korea untuk melanjutkan pengobatan, alasannya karena disini kurang peralatan.
“katakan saja kalau kau tidak bisa mengobatiku lagi!” kalimat itu selalu terlontar ketika dokter selalu mengatakan bahwa aku harus berobat ke Korea. Jika aku tidak berniat untuk sembuh, mau dibawa keujung dunia pun hasil nya akan tetap sama.
Semenjak kepergian pasien itu aku berniat untuk menghentikan segala pengobatanku, alasannya sudah pasti agar aku bisa menyusulnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini adalah kepergian menuju Korea, suster asrama yang merawatku dari dulu telah memutuskan untuk melanjutkan pengobatanku ke Korea. Ini adalah pertama kalinya aku keluar rumah sakit, saat perjalanan menuju bandara saja aku sudah sangat takjub dengan pemandangan luar rumah sakit ini. Banyak yang berubah, mulai dari rumahnya sampai jalannya. Terakhir aku keluar rumah sakit adalah 2 tahun yang lalu, saat itu aku masih berumur 15 tahun.
“nanti saat kau di Seoul ingat hubungi aku ya!!” kata suster asrama
Aku hanya mengangguk. Suster asrama itu sangat baik, tapi untuk masalah ini aku katakana dia jahat. Mana mungkin seorang suster membiarkan seorang anak yang sedang sakit pergi ke Negara yang dia tidak kenal hanya sendiri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEOUL NATIONAL  AIRPORT
11.00 PM
Suster bilang setelah  aku sampai di Seoul nanti akan ada saudaranya yang akan menjemputku.  “tapi dimana?”
Aku memutuskan untuk menunggu dan duduk disalah satu kursi. “halo, apa kau yang bernama Jihyun?” seorang dari belakang memanggilku
“iya, itu aku”
“perkenalkan namaku Eun Mi, aku saudara suster Ji Eun”
“jadi kau yang akan merawatku selama disini?”
“iya, mari aku antar kau langsung ke rumah sakit” katanya sambil membawa koperku
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“bangsalmu nomor 134 ya!”
Saat masuk rumah sakit ini aku merasa takjub begitu bersih dan luas. walau tak jauh beda dengan rumah sakit di Indonesia, setidaknya disini tidak ada orang merokok sembarangan.
“Eun Mi-sshi kau akan pergi sekarang?”
“iya, besok aku akan mengunjungimu. Kau akan sebangsal  dengan seorang pemuda nanti”
“bagaimana mungkin aku bisa sebangsal  dengan seorang pemuda?!”
Sebangsal dengan seorang pemuda? Bagaimana mungkin bisa, seorang wanita dan pria bersama hanya berdua??
“hanya itu bangsal yang tersisa”
Aku sedikit kesal dengan ekspresi Eun Mi. tapi mana mungkin rumah sakit sebesar ini kekurangan bangsal?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku membuka pintu bangsal yang bertuliskan nomor 134. Aku mendongakkan kepala aroma obat-obatan langsung masuk kehidungku. Memang aku sudah terbiasa dengan bau obat-obatan  jadi tidak masalah.
Aku melihat seorang pria yang tengah tidur dengan selang infuse disalah satu tangannya.
“mari aku antar masuk” seorang suster dari belakang  langsung memberiku pakaian rumah sakit
Selesai berganti pakaian, aku langsung berbaring ditempat tidur pasien yang telah disiapkan suster tadi.
“kau hebat… saat sakit seperti ini kau bisa berjalan” kata seorang dokter selesai memeriksaku. Dokter itulangsung mengambil jarum.
“argh…”
“tahan sedikit ya!”
Jarum infuse telah menembus kulitku, rasanya sakit
“sudah selesai sekarang kau bisa tidur, nanti kau juga bisa berkenalkan dengan teman sebangsal mu”
Kata dokter itu seraya tersenyum, lalu pergi diikuti seorang suster.
“sekarang akan menjadi malam yang membosankan”
Mataku tertuju pada langit yang gelap dan penuh dengan bintang, semakin lama-semakin gelap dan aku terpejam.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sinar matahari menembus jendela, burung juga berkicau ria. Aku membuka mataku perlahan, dan sekarang aku lupa ada dimana.
“sudah bangun??”
Suara seorang pria terdengar dari sebelahku. Aku baru ingat kalau aku sekarang ada dirumah sakit korea.
“sudah”
Seorang suster masuk membawakan sarapan.
“apa tidurmu nyenyak?” Tanya suster itu
Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan suster itu.
Posisi  yang tadi terbaring menjadi terlihat seperti duduk karena suster itu menaikkan tempat tidurku.
“nikmati sarapan kalian ya” akhir suster itu, lalu pergi meninggalkan ku dan pria asing yang sekarang sedang melahap sarapannya.
Aku begitu malas memakan makanan yang hambar ini, memang sudah biasa di Indonesia juga begitu. makanan yang disterilkan begitu mengerikan harus memakannya.
“kenapa kau tidak makan?” pria yang dari tadi sibuk dengan makanannya sekarang menatapku
“aku bosan makan makanan yang disterilkan”
“lalu kau tidak mau makan?” Tanya nya
“kalau begitu berikan padaku saja” katanya lagi
Aku memberikan sarapan ku, sekarang ini aku benar-benar tidak ingin makan.
“kau benar-benar tidak mau makan?”
Aku diam tidak menaggapi pertanyaannya
“lihat, aaa….aa…aa..” dia membuka mulut seperti ingin membuatku iri dan meminta kembali makanan ku.
Aku menatapnya bingung. “apa yang kau lakukan?”
Dia membuang sendok berisi sarapan itu “sebenarnya aku sama sepertimu, aku juga bosan makan makanan ini. Rasanya hambar”
“lalu kenapa kau bisa menghabiskan makanan itu?”
“karena aku ingin sembuh” 3 kata yang keluar dari mulutnya sepeti mengandung makna yang besar
“aku malah tidak ingin sembuh”
“kenapa?”
“kau tidak perlu tau”
Pria itu diam, lalu dia mengambil sebuah PSP dari lacinya. Aku menatap lekat pria itu, dia sangat asik dengan permainannya.
“siapa namamu?” tanyanya tiba-tiba lalu menaruh mainannya dan menatapku. Mata kami saling bertemu.
“namaku? Jihyun, Lee Jihyun” kataku
“kenapa namamu korea lalu kau tinggal di Indonesia?” tanyanya penasaran
“ayahku orang korea lalu ibu ku orang Indonesia” jelasku
Pria itu hanya membulatkan mulut
“lalu bagaimana denganmu?” Tanya ku balik
“apa?”
“namamu?”
“ah… aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun, umur ku sekarang 21 tahun orang korea asli” jelasnya panjang lebar
“berarti kau lebih tua dariku”
“benarkah??berapa umurmu?” tanyanya lagi
“17 Tahun” jawabku ringan
Sunyi menyelimuti tak ada lagi percakapan diantara kami. Sebenarnya rumah sakit ini sangat nyaman pelayanannya seperti hotel.
Mataku menatap seluruh ruangan dan mendapati sosok pria asing itu lagi. Entah kenapa aku merasa sangat akrab dengannya walau sikapnya tidak pantas untuk seorang pria dengan usia 21 tahun.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sudah satu minggu aku ada di rumah sakit ini bersama pria yang bernama Kyuhyun itu. Semakin hari aku semakin akrab dengannya bahkan kami sering berbagi makanan dan kami juga pernah bertengkar, karena dia tidak mengijinkan ku meminjam PSP nya.
Hari ini dia tampak gelisah, karena besok aku akan melakukan pencangkokan. Pencangkokan sumsum tulang belakang dan menggantinya dengan sumsum yang lebih baik. Kata dokter ini adalah jalan satu-satunya agar aku bisa sembuh.
Masalah kesembuhan aku merubah pemikiran ku, sekarang aku malah ingin sembuh karena Kyuhyun yang terus menyemangatiku untuk sembuh.
“kau kenapa?” tanyaku
“kau mau tidak nanti malam ke Sungai Han?”
“apa?? Maksudmu kabur?” mataku membesar mendengar pertanyaannya
Memang selama ini aku mengatakan padanya bahwa aku ingin pergi ke sungai Han, tapi ini bukan saat yang tepat.
“ayolah… “ pria ini malah memasang wajah yang menyedihkan
“baiklah” aku agak ragu dengan keputusan ku, mengingat besok aku harus oprasi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pria ini benar-benar nekad, dia benar-benar mengajakku pergi. Sekarang kami bahkan sudah sampai di Sungai Han.
Aku tidak memikirkan bagaimana suster dan dokter rumah sakit mencari kami berdua.
“indahkan?” tanyanya
“iya.. benar-benar indah” kataku tanpa mengalihkan pandangan
Aku merasakan panas wajah Kyuhyun yang sekarang sudah berada didepanku. Semakin dekat dan kami berciuman. Dia mendekap ku erat samapai aku tidak bisa bernafas.
Dia melepaskan ciuman itu dan menatapku lekat
“aku mencintaimu, berjanjilah kau harus sembuh”
Pernyataan yang mengejutkan. Sekarang aku tidak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba aku merasa pusing, semakin lama semakin sakit dan gelap, aku tidak tau apa yang terjadi padaku sekarang.
Saat membuka mata, aku tidak ada diruangan yang sama dengan kyuhyun. Bahkan hanya ada dokter dan suster yang menggunakan pakaian aneh. ‘apa sekarang aku sedang berada di Neraka?’ batinku
“cepat siapkan ruang oprasi” kata seorang dokter
Apa? Sekarang aku akan melakukan oprasi sumsum tulang belakang. Seorang suster mendorong tempat tidurku menuju ruang oprasi.
Aku merasakan sebuah jarum menusuk kulitku dan mendadak aku seperti mati rasa bahkan aku tidak merasakan tanganku lagi.
Aku memejamkan mata, saat ini pikiranku tertuju pada pristiwa di Sungai Han. Ciuman mendadak, apa benar itu Kyuhyun yang melakukan? ‘aku mencintai mu! Kau harus sembuh’ kalimat itu terus berputar diotakku.
“pindahkan dia keruangan steril”
Aku masih bisa mendengar suara dokter yang menanganiku tapi aku tidak kuat untuk membuka mata.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
2 bulan. Sudah 2 bulan aku tidak bertemu dengan kyuhyun setelah kejadian di Sungai Han itu. Entah apa yang terjadi pada Kyuhyun yang jelas sekarang aku sangat merindukannya.
Dokter mengatakan bahwa aku sudah bebas dari leukemia itu dan sekarang hanya tinggal penyembuhannya saja, maka dari itu aku di pindahkan ke ruang biasa seperti tempat ku dengan Kyuhyun namun tidak bersama dengannya melainkan orang lain.
Hari ini aku mendengar kabar dari seorang suster bahwa Kyuhyun keadaannya sangat keritis dan dia akan dirujuk ke rumah sakit di Amerika.
Amerika?dunia yang jauh aku tidak membayangkan apa yang terjadi nanti. Dan sekarang aku memaksa suster itu untuk mempertemukan ku dengan Kyuhyun.
Aku sekarang sudah berada di tempat kyuhyun menggunakan kursi roda, melihat Kyuhyun dengan banyak selang yang membantunya tetap bertahan, matanya masih terpejam. Aku mendekat mengambil tangannya menggenggamnya erat, air mata ku sudah tak tertahan dan jatuh begitu saja. Aku menangis sejadi-jadinya.
“kau dasar bodoh!! Kau yang menyuruhku sembuh tapi kenapa kau yang begini Cho Kyuhyun?!” kata ku pada Kyuhyun yang masih terpejam.
Aku menenggelamkan wajahku di tangan Kyuhyun beberapa saat
“maafkan aku” aku mendongakkan kepalaku mendengar suara Kyuhyun yang serak
“kau sudah sadar?”
“maafkan aku” katanya lagi sambil tersenyum
“saat ini pun kau masih bisa tersenyum?” kataku sambil menghapus air mata
Tiba-tiba seorang wanita paruh baya masuk ke ruangan, tampaknya dia dari keluarga yang terhormat
“bisakah kau keluar sebentar aku ingin bicara dengan putraku?” katanya pada ku
‘Putraku? Apa maksud nya kyuhyun?’ itu adalah isi pikiranku sekarang
“jangan pergi” kata kyuhyun yang tidak mau melupaskan tanganku
“kau tau jihyun? Ini adalah ibu yang membuangku” katanya sambil menatap tajam wanita itu.
“kyuhyun, kau tidak boleh bicara seperti itu, bukannya kau ingin sembuh untuk bertemu orang tua mu?”
Kataku berusaha menghibur kyuhyun yang matanya sudah memerah.
“maafkan ibu kyu”
“pergi kau sekarang!!” bentak kyuhyun
“baiklah ibu akan pergi tapi ingat 2 hari lagi adalah keberangkatanmu ke Amerika”
Wanita itu langsung pergi meninggalkan kami. Setelah wanita itu hilang aku berusaha tenang dengan pernyataan terakhirnya.
“kau akan pergi?” pertanyaan ini sudah tidak tertahan lagi
“sepertinya begitu” jawabnya lalu menatapku. Matanya memerah
Aku hanya tersenyum. Perasaanku sekarang campur aduk, aku takut dia akan pergi. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk yang kedua kali.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sekarang adalah hari kepergian Kyuhyun ke Amerika dan keluarnya aku dari rumah sakit.
Dengan cepat aku berusaha untuk menyusul Kyuhyun ke bandara, usaha ku hampir sia-sia melihat Kyuhyun yang akan masuk ruang keberangkatan.
“kyuhyun!!! Kyuhyun!!! Cho Kyuhyun!!! Apa kau tidak mendengar ku??!!!” aku terus berteriak sampai  akhirnya dia menoleh.
“kau melihatku?? Aku Jihyun, Lee Jihyun aku juga mencintaimu!! Maka dari itu kau harus sembuh!! Kau harus sehat seperti ku sekarang!! Berjanjilah padaku” aku berteriak sekeras mungkin mengeluarkan semua kalimat yang ada dibenakku sekarang.
“ya, aku berjanji” katanya sambil menunjukkan ibu jari lalu hilang diantara para penumpang
Aku lemas air mataku jatuh.”berjanjilah!”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mataku menatap Sungai Han begitu indah, aku tersenyum mengingat kejadianku dengan Kyuhyun. Kabur dari rumah sakit lalu berciuman, itu adalah kenangan terindahku.
Sekarang sudah 4 tahun aku tidak bertemu dengannya. Aku tidak yakin kalau dia masih hidup.
Aku membaca kembali surat terakhir dari Kyuhyun, 4 tahun lalu saat dia akan pergi ke Amerika asistennya memberikan surat ini padaku katanya ini Kyuhyun yang menulis.
I’LL BE WAITING FOR YOU
‘benar kau juga mencintaiku? Kalau begitu aku akan berjanji padamu untuk sembuh!
Dan bisakah kau tetap menungguku?? Jika nanti aku datang kembali dalam keadaan sehat maukah kau menjadi pendampingku?? Jika nanti yang terjadi adalah sebaliknya kau harus melupakan ku dan mencari pria lain!
Kejadian di Sungai Han adalah hal yang paling indah bagiku. Kau harus menungguku disana nanti!! Berjanjilah padaku!’
Surat ini adalah penyebab aku selalu datang ke Sungai Han.
“Kyuhyun apa kau sendiri masih ingat akan janjimu ini??!!” aku berteriak melampiaskan rasa rinduku.
“tentu aku masih ingat!!”
Mendengar teriakan dari belakang aku langsung menoleh. Seorang dengan celana jeans dan baju lengan panjang.
“Cho Kyuhyun??”
“aku kira kau sudah lupa?!”
Dia berjalan mendekatiku sampai mata kami benar-benar bertemu.
“benar kau?”
“apa kau tidak percaya?!” katanya dengan mata yang dibesarkan
Aku tidak mampu berkata lagi. Aku memeluknya dan menangis “jangan pergi lagi!! Jangan pergi lagi!!” kataku sambil memukul punggungnya
“maafkan aku membuat mu menunggu terlalu lama” katanya sambil melepaskan pelukannya
Dia mendekatkan wajahnya, menyentuh bibir ku. Ciuman kedua kami di Sungai Han.
“bagaimana kau mau jadi pendampingku?” Tanya nya
Aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
Kyuhyun langsung menelukku dan menciumku. Lagi.
>>>>>> END <<<<<<<
“Semakin lama rasa Cinta itu akan pudar dan berubah menjadi kepercayaan. Berkat kepercayaan itu aku bisa menunggumu” – Lee Jihyun
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Argh… kalian tau aku merasa puas bisa menyelesaikan Cerpen keduaku ini ^^.
Semoga kalian suka dengan hasilku ini…
Mungkin bahasanya terlalu buruk mohon dikomentari agar aku bisa membuat hasil yang lebih baik


My Stories
Sabtu, 27 Juli 2013

(SRI MAHENDRA)






Jumat, 19 Juli 2013

IF- Taeyeon SNSD lyric


IF- Taeyeon SNSD lyric

Manyage naega gandamyeon, naega dalgagandamyeon
Neol ottoke saenggakhalka yongil naelsuopgo
Manyage naega gandamyeon, naega donagandamyeon
Neol ottoke waenahaneulji, jakku gobi naneun geol
Naega pabo gataseo
Bara bulsubakhe naneun neungeon amado
Waemyeon halji do moreuli maeumgwa do geureseo
Do moreujil saigadwelkabwa
Jeongmal pabo gataseo
Bara saranghanda haji mothaneun geol amado
Manamdi yegi darineun apume
Seulpun manaldeuri duryeowoseo inkabwa
Manyage naega hondamyeon, naega dalgahondamyeon
Neol ottoke heyamanalji jeongmal ralsu omneun geol
Naega pabo gataseo
Bara bulsubakhe naneun neungeon amado
Waemyeon halji do moreuli maeumgwa do geureseo
Do moreujil saigadwelkabwa
Jeongmal pabo gataseo
Bara saranghanda haji mothaneun geol amado
Manamdi yegi darineun apume
Seulpun manaldeuri duryeowoseo inkabwa
Naega pabo gataseo
saranghanda halji mothaneun geol amado
Manamdi yegi dari neun apume
Seulpun manaldeuri duryeowaseo inkabwa

Selasa, 16 Juli 2013

Can I see Your Face Once Again??


Hai... ini adalah cerita ku yang pertama di blog ini. Happy reading ya ^_^


Aku tidak pernah mengerti kenapa aku harus yang mengalaminya?
pertemuan ini tidak direncanakan, ini begitu berat bagiku! 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku menutup sebuah novel yang telah habis ku baca dan melemparkan ke sembarang tempat
"Novel apa ini?pertemuan di dunia maya? begitu menjijikan" 
Aku mengusap wajahku, aku tidak mengerti sekarang apa yang sedang aku fikir kan. Mataku menatap langit kamar, sekarang fikiran ku berusaha mengingat isi bacaan pada novel tadi.
"The Crowd Voice?!" gumamku.
aku telah mengerti apa yang sedang aku fikirkan sekarang. Aku langsung beranjak dari tempat tidur, membuka laptopku dan mencari forum The Crowd Voice.
Tangan ku lincah menggerakkan mouse, memutar scroll bar keatas dan kebawah sampai akhirnya mataku menyipit pertanda aku tersenyum.
"ternyata memang ada" tanpa basa basi aku langsung mendaftarkan diri ku dalam forum itu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
berbulan-bulan telah berlalu. melalui forum ini aku banyak menemukan teman. walaupun tidak mengetahui wajah masing-masing, tapi mereka semua tidaklah asing bagiku.
hari ini aku begitu gembira dengan kehadiran seorang member baru. dia tidak terlalu baik dalam bahasa Indonesia, karena dia baru pindah dari Korea, tapi aku senang dengan kehadirannya, selain karena dia juga seorang ELF tapi dia juga bisa mengajariku bahasa Korea.
Aku membuka profilnya. dia menggunakan ava salah satu member Super Junior, jenis kelamin laki-laki. Aku menaikan satu alisku, mengingat dia seorang pria yang menyukai boyband korea itu jarang sekali. “apa benar dia seorang ELF?” gumamku. aku menekan tombol yang bertulis kan ‘favorite’. Waktu itu fikiran ku hanya tertuju padanya karena dia seorang ELF dan sudah lama menetap di Korea, hanya itu dan tidak lebih.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
sudah seminggu dia berada di Indonesia dan juga TCV, dia juga banyak bertanya mengenai Indonesia dari postingnya. Entah kenapa aku sangat berharap dia memfavoritkan ku balik agar aku bisa mengirimkan pesan untuk nya. ‘Ini sangat menyedihkan iya kan?’
~~~~~~~~~~~~~~~~
‘ini awal atau kah akhir??’
Hari selasa, 16 Juli 2013, hari keduaku masuk sekolah. Banyak waktu yang kosong, tidak ada pelajaran bahkan tidak ada guru satupun yang masuk kelas.
Aku merasa sangat bosan, aku menggerakkan layar hp ku keatas ke bawah. Mencari postingan keren di akun TCV ku. Sejauh ini aku sudah memiliki 5 fans di forum itu.
Mataku membesar saat mengecek sekali lagi fans ku. "fansku bertambah satu orang!?" aku sangat senang, hal biasa aku lakukan jika fans ku bertambah satu orang, berjoget kesana kemari teriak-teriak gak jelas… dan itu langsung mendapat tatapan aneh dari teman duduk ku.
Aku kembali duduk dengan tenang dan kembali fokus pada layar hp ku. Gerakan tangan secepat kilat melihat fans baruku dan ternyata benar dia sudah memfavoritkan ku. "yes.." teriakku lagi. entah mengapa aku merasa senang.
‘kenapa aku harus merasa senang? Apa aku benar-benar mengharapkan pertemanan dari nya?!’

aku kembali tenggelam dalam ribuan komentar member lain mengenai posting 'Eneg Duluan' dari seorang member. Aku sedikit terkejut karena member baru itu juga ikut berkomentar.
 sudah lama aku memperhatikan aktifitas nya lewat fitur favorite dan itu adalah pertama kalinya dia berkomentar di postingan member lain.
banyak yang mengajarinya cara berkomentar dengan benar termasuk aku. sekian jam sudah kami saling memberikan komentar. akhir komentar nya dia menulis sebuah tanggapan yang sangat sulit aku mengerti.
“sepertinya aku harus pergi dari sini... guys,, maaf sudah mengacaukan obrolan kalian...”
Aku menanggapi komentarnya dengan lelucon yang bisa dibilang tidak lucu.
“pergi dari sini? maksud nya tidak join TCV lagi?”
sudah sekian menit tidak ada komentar balasan ‘apa dia benar ingin pergi?’ pikirku.
~~~~~~~~~~~~~~~~
ini  adalah  akhir?! tidak ini adalah awal. Permainan ini baru dimulai’
mataku membesar membaca sebuah postingan 'meninggalkan TCV' aku melihat nama member yang membuat posting itu ternyata dia adalah orang yang sama saat berkomentar di posting ‘eneg duluan’.
entah mengapa aku sangat sedih. “apa mungkin apa mungkin ada kataku yang menyinggungnya?” itu adalah pertanyaan yang sekarang sedang menghantuiku.
"kamu, gak serius kan mau pergi dari TCV?? mungkin ada kata ku yang nyinggung kamu, aku minta maaf ya?! :'(
Aku mengumpulkan keberanianku untuk mengirimkannya pesan melalu fitur PM yang memang disediakan *ini sejenis chat pribadi.
"sepertinya begitu.. ^^ kamu bisa menghubungi aku melalui akun 'me2day' ku" balas nya
"ok... berarti kita masih bisa temenan :')"
"aku di Indonesia hanya 3 hari lagi"
Tanpa ditanya orang itu memberikan informasi yang tidak aku inginkan. ‘lebih baik aku tidak mengetahui kapan kau akan pergi’ entah bagaimana aku merasa sedih mengetahui kepergiannya.
“seharusnya kamu gak perlu ngasik tau aku, kapan kamu pergi?!” teriakku sendiri, dan itu mendapatkan tatapan aneh dari teman dudukku. Lagi.
Banyak yang kami bicarakan, mengenai kuliner di Indonesia, tempat wisata yang bagus di kunjungi. Bahkan dia menanyakan nomor hp ku.
 "bisa kamu berikan nomor hp mu? aku harus segera ke hotel... kita bicara lewat hp saja ^^"
Sekarang bukan rasa marah melainkan rasa khawatir yang lebih besar. ‘apa aku harus memberikan nomor hp ku juga?’ Batinku. Tapi firasatku mengatakan kalau dia adalah orang yang baik.
Inilah aku, aku lebih suka menggunakan firasat dalam menilai orang lain. Walaupun terkadang firasatku salah tapi kali ini pasti benar.
Dengan ragu aku memberikannya nomor hp ku dan itu telah terkirim sebelum aku sempat membatalkannya.
“kenapa aku memberikan nomor ku dengan mudah?!”
sekarang aku bicara lebih pelan agar aku tidak mendapat tatapan aneh lagi. Suasana kelasku benar-benar kacau termasuk aku yang kacau dalam duniaku sendiri.
semenit kemudian masuk sebuah pesan melalu hp ku, tertera nomor asing disana, pikiran ku langsung tertuju pada member baru itu
"hallo, it's me.. ini nomorku selama di Indonesia J"
Setelah aku membaca pesan singkat itu, aku sedikit ragu untuk membalasnya.
"hai... ^^ kamu anggota TCV itu kan?"
Aku begitu antusias untuk menunggu balasan orang yang tidak aku kenal. tidak tidak aku mengenalnya lewat dunia maya tapi hanya saja aku tidak mengetahui wajahnya.
"namaku sebenernya Park Eun Ri.. ^^"
Dia membalasnya. tapi nama itu terdengar aneh mengingat kalau identitasnya adalah seorang pria di TCV.
"nama mu seperti perempuan... kalau aku panggil Eun Ri apa itu sopan?"
Pertanyaan yang bodoh, aku tidak berfikir bahwa nanti dia akan tersinggung dengan pertanyaan ku itu.
"tentu saja boleh ^^"
"ehm... Eun Ri kamu itu perempuan? maksudku namamu seperti perempuan :-D "
Mungkin sekarang dia akan benar-benar tersinggung dengan pertanyaan itu. Pasti sekarang dia mengerti maksud dari pertanyaan ku. *Aku hampir menganggap nya seorang transgender, bodoh kan?’
"haha, kamu benar. sebenarnya di TCV aku hanya menggunakan identitas sepupu laki-laki ku"
Aku merasa sedikit lega dengan jawabannya.
"kalau begitu apa boleh memanggil mu dengan eonni?"
"tentu saja, panggil saja eonni :D"
rasa penasaranku selalu muncul disaat yang tidak tepat. ‘kenapa aku terpancing untuk mengenalnya lebih jauh sebelum kepergiannya 3 hari lagi?’
"apa mungkin kamu akan ke Indonesia lagi? aku ingin melihat wajahmu J"
Pertanyaanku ini terdengar sangat penuh harapan yang menyedihkan.
"sebenar nya aku sudah di terima di UI, tapi karena aku akan pindah jadi aku tansfer mahasiswa ke Seoul National Univ. jika ada waktu aku ingin kemari lagi ^^"
"mungkin kalau nanti aku ke korea mungkin aku bisa bertemu dengan eonni ^^?"
Ya… yang ini adalah harapanku dari dulu, ingin pergi ke negeri ginseng itu.
":D hubungi aku jika kamu akan ke korea y!"
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pulang dari sekolah. aku masih terlalu sibuk dengan pesan dari teman baru sekaligus eonni baru ku 'Park Eun Ri’ sampai aku lupa harus membersihkan diri.
selesai mandi aku mengambil hp ku dan melihat 2 buah pesan dari Park Eun Ri
"apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia mengirimkan 2 pesan yang sama
"aku sedang... hanya diam ^_^"
Sebenarnya balasan ku itu adalah sebuah kebohongan, padahal aku sibuk menyalin catatan sekaligus mengerjakan tugas yang lumayan sedikit.
"mengapa begitu?"
"aku bingung harus melakukan apa (^_^?) kamu sedang apa?"
"baru pulang nonton film ni."
"wah... film apa?"
"man of tai chi... kamu suka nonton film?"
"lumayan... tapi aku tidak suka dengan film barat"
tidak ada balasan lagi, aku mencoba memulai percakapan yang terlihat sangat formal itu.
"apa eonni sudah makan?"
Pertanyaan yang tidak bagus untuk seorang teman, ini terdengar seperti seorang yang menghawatirkan pasangannya.
"iya, sudah. jika kamu mau ke korea jangan lupa hubungi aku ya! kamu bisa tinggal bersama ku selama disana. aku hanya tinggal berdua dengan nenek ^^"
"wah... suatu kebanggan bisa langsung mengunjungi rumah eonni ^^ aku dengar nenek mu sakit? semoga cepat sembuh ya J"
"J jangan sungkan jika ke Korea nanti. terimakasih!" 
"J
sudah satu jam tidak ada pesan masuk, aku memutuskan untuk bermain TCV. lagi. saat aku akan beranjak mengambil laptop, hp ku berbunyi
"jadwal penerbangan ku dipercepat jadi besok lusa J"
Perasaan tidak rela sekarang yang lebih menguasai diriku. ‘mengapa aku bisa tidak rela? Dia adalah orang lain’
"aku pasti sangat merindukan mu :’) penerbangan pagi?"
"kenapa kamu merindukan ku? iya.. penerbangan pagi jam 07.30"
"karena kamu eonni ku J"
Iya… sekarang aku mengerti. jawaban ku sangat tidak tepat
"^^ aku beruntung mengenal teman seperti mu"
Itu adalah jawaban yang tidak aku sangka, bahkan orang tua ku tidak pernah mengatakan mereka beruntung mempunyai anak seperti ku.
"aku jadi benar-benar ingin bertemu dengan mu..."
"sering kirimi email ya... jika ada waktu akan aku balas"
"baik lah, nanti jangan lupakan aku ya!"
"tenang saja
":"D"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebenarnya  isi  pesan ini bukan yang terakhir melainkan yang pertama.
1 hari sebelum kepergiannya dari Indonesia, aku mengajak nya bermain melalui hp, hanya agar aku bisa mengenalnya lebih dekat. Aku sekarang bahkan mengetahui tanggal lahir nya.
“jika nanti Tuhan mengijinkan ku bertemu dengan mu di Korea apa yang akan kau lakukan?”
Ini adalah pertanyaan ku dan harapan ku…
“mengajakmu berkeliling Korea. Aku akan menjadi tour guide gratis untuk mu. Karena kau adalah teman ku”
Jawaban yang yang sangat pas, ‘iya kan?’
“benarkah?? Apa kau juga akan memberikan ku penginapan gratis?”
“tentu saja, banyak kamar yang kosong di rumahku, lagi pula aku hanya tinggal berdua dengan nenek”
‘Sepertinya dia sangat antusias atau ini hanya rasa percaya diriku akan bisa mengunjunginya nanti?!’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kamis, 18 JULI 2013. Sekarang adalah hari kepergiannya, berat memang harus melepaskan seorang teman yang baru kenal bahkan tidak mengetahui rupanya secara nyata.
“hai sri. ^^ selamat pagi… apa aku mengganggu tidurmu?? Maaf aku baru bangun dan baru akan bersiap”
Itu adalah pesan pagi buta darinya. Bahkan mengucapkan selamat pagi, ini benar-benar seperti seorang yang sedang menjalani kencan. ‘Benar tidak?’
“kau sudah berangkat?”
“aku sudah sampai dibandara.”
Yes… semua sekarang akan berakhir. Itu terdengar seperti umpatan marah di hatiku
“semoga kau selamat sampai tujuan ^^”
“^^”
“jaga dirimu baik-baik ya”
“iya eonni ku”
Pesan itu,,, aku anggap akhir yang menyedihkan tapi ternyata tidak. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi.
“aku sudah di lobi keberangkatan luar negeri. ^^”
“aku akan mengingat dan merindukan mu J
“aku berangkat dulu ya. Sudah harus masuk pesawat. Terimakasih atas semuannya.. aku akan merindukan mu.. goodbye, friend!”
“see u :-‘(“
Itu pesan terakhir yang menyakitkan, menyedihkan. ‘apa ini adalah akhir atau awal?’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aku mengetahui wajah nya melalui foto yang ia kirimkan pada ku dan dia juga mengetahui wajahku, walau tidak secara nyata.
Selama ini dia memang ingin merasakan punya saudara, karena dia adalah anak tunggal.
“terimakasih bantuan mu selama ini ya. Jaga kesehatan adik ku. ^^ nice dream!”
‘adik ku’ dia benar-benar menganggap ku sebagai adiknya.
Aku telah berjanji padanya suatu hari nanti, dan jika Tuhan mengijinkan, saat usiaku 17 tahun aku ingin menemuinya. Dan semoga Tuhan benar-benar mengijinkan J
begitulah pesan terakhirku. 'apa perbuatan ku ini di benarkan? aku mengalami peristiwa ini nyata bukan sebuah fiksi'
itu adalah kalimat yang selalu terngiang setiap aku membaca pesan ku lagi. aku masih bingung apa nanti aku benar-benar bisa bertemu dengan nya 'Park Eun Ri"

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 
bees... cerita ini nyata, aku yang mengalami nya sendiri hari ini tepat nya hari Kamis, 18 Juli 2013 dan aku harus merelakannya lagi. Aku sedikit tidak sangat sedih bahkan, biasanya aku akan sibuk berbalas pesan, saling menanyakan keadaan dan sekarang, hari ini tidak ada 1 pun pesan masuk di hp ku. Bukannya aku ingin menjadikan nya teman chating tapi biasanya dia yang menanyakan keadaan ku, aku benar-benar merasakan rasanya memiliki kakak perempuan. aku benar-benar ingin menangis sekarang.

HIDUP INI MEMANG PENUH KEJUTAN, benar kan?


THIS TRUE STORY
KAMIS, 18 JULI 2013


Sri Mahendra