Inspired by Super Junior
Coast : Kyuhyun
Music by Taeyeon-IF
My First Stories about Super Junior. Cerita ini mengisahkan bagaimana perjuangan dua orang pasien untuk sembuh dan saling mencintai.
II’L
BE WAITING FOR YOU
Kehilangan seorang yang di cintai adalah hal yang
menyakitkan. Hal ini lah yang sedang terjadi sekarang. Seorang pasien menderita
penyakit yang sama dan mencintaiku dengan tulus telah di panggil Tuhan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sudah 2 bulan terakhir ini kesehatan ku semakin
memburuk, bahkan aku tidak mau melangsungkan pengobatan anti kanker lagi.
Dokter juga menyarankan agar aku di bawa ke Korea untuk melanjutkan pengobatan,
alasannya karena disini kurang peralatan.
“katakan saja kalau kau tidak bisa mengobatiku
lagi!” kalimat itu selalu terlontar ketika dokter selalu mengatakan bahwa aku
harus berobat ke Korea. Jika aku tidak berniat untuk sembuh, mau dibawa keujung
dunia pun hasil nya akan tetap sama.
Semenjak kepergian pasien itu aku berniat untuk
menghentikan segala pengobatanku, alasannya sudah pasti agar aku bisa
menyusulnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini adalah kepergian menuju Korea, suster
asrama yang merawatku dari dulu telah memutuskan untuk melanjutkan pengobatanku
ke Korea. Ini adalah pertama kalinya aku keluar rumah sakit, saat perjalanan
menuju bandara saja aku sudah sangat takjub dengan pemandangan luar rumah sakit
ini. Banyak yang berubah, mulai dari rumahnya sampai jalannya. Terakhir aku
keluar rumah sakit adalah 2 tahun yang lalu, saat itu aku masih berumur 15
tahun.
“nanti saat kau di Seoul ingat hubungi aku ya!!”
kata suster asrama
Aku hanya mengangguk. Suster asrama itu sangat
baik, tapi untuk masalah ini aku katakana dia jahat. Mana mungkin seorang
suster membiarkan seorang anak yang sedang sakit pergi ke Negara yang dia tidak
kenal hanya sendiri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEOUL NATIONAL
AIRPORT
11.00 PM
Suster bilang setelah aku sampai di Seoul nanti akan ada saudaranya
yang akan menjemputku. “tapi dimana?”
Aku memutuskan untuk menunggu dan duduk disalah
satu kursi. “halo, apa kau yang bernama Jihyun?” seorang dari belakang
memanggilku
“iya, itu aku”
“perkenalkan namaku Eun Mi, aku saudara suster Ji
Eun”
“jadi kau yang akan merawatku selama disini?”
“iya, mari aku antar kau langsung ke rumah sakit”
katanya sambil membawa koperku
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“bangsalmu nomor 134 ya!”
Saat masuk rumah sakit ini aku merasa takjub begitu
bersih dan luas. walau tak jauh beda dengan rumah sakit di Indonesia,
setidaknya disini tidak ada orang merokok sembarangan.
“Eun Mi-sshi kau akan pergi sekarang?”
“iya, besok aku akan mengunjungimu. Kau akan
sebangsal dengan seorang pemuda nanti”
“bagaimana mungkin aku bisa sebangsal dengan seorang pemuda?!”
Sebangsal dengan seorang pemuda? Bagaimana mungkin
bisa, seorang wanita dan pria bersama hanya berdua??
“hanya itu bangsal yang tersisa”
Aku sedikit kesal dengan ekspresi Eun Mi. tapi mana
mungkin rumah sakit sebesar ini kekurangan bangsal?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku membuka pintu bangsal yang bertuliskan nomor
134. Aku mendongakkan kepala aroma obat-obatan langsung masuk kehidungku.
Memang aku sudah terbiasa dengan bau obat-obatan jadi tidak masalah.
Aku melihat seorang pria yang tengah tidur dengan
selang infuse disalah satu tangannya.
“mari aku antar masuk” seorang suster dari
belakang langsung memberiku pakaian
rumah sakit
Selesai berganti pakaian, aku langsung berbaring
ditempat tidur pasien yang telah disiapkan suster tadi.
“kau hebat… saat sakit seperti ini kau bisa
berjalan” kata seorang dokter selesai memeriksaku. Dokter itulangsung mengambil
jarum.
“argh…”
“tahan sedikit ya!”
Jarum infuse telah menembus kulitku, rasanya sakit
“sudah selesai sekarang kau bisa tidur, nanti kau
juga bisa berkenalkan dengan teman sebangsal mu”
Kata dokter itu seraya tersenyum, lalu pergi
diikuti seorang suster.
“sekarang akan menjadi malam yang membosankan”
Mataku tertuju pada langit yang gelap dan penuh
dengan bintang, semakin lama-semakin gelap dan aku terpejam.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sinar matahari menembus jendela, burung juga
berkicau ria. Aku membuka mataku perlahan, dan sekarang aku lupa ada dimana.
“sudah bangun??”
Suara seorang pria terdengar dari sebelahku. Aku
baru ingat kalau aku sekarang ada dirumah sakit korea.
“sudah”
Seorang suster masuk membawakan sarapan.
“apa tidurmu nyenyak?” Tanya suster itu
Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan suster
itu.
Posisi yang
tadi terbaring menjadi terlihat seperti duduk karena suster itu menaikkan
tempat tidurku.
“nikmati sarapan kalian ya” akhir suster itu, lalu
pergi meninggalkan ku dan pria asing yang sekarang sedang melahap sarapannya.
Aku begitu malas memakan makanan yang hambar ini,
memang sudah biasa di Indonesia juga begitu. makanan yang disterilkan begitu
mengerikan harus memakannya.
“kenapa kau tidak makan?” pria yang dari tadi sibuk
dengan makanannya sekarang menatapku
“aku bosan makan makanan yang disterilkan”
“lalu kau tidak mau makan?” Tanya nya
“kalau begitu berikan padaku saja” katanya lagi
Aku memberikan sarapan ku, sekarang ini aku
benar-benar tidak ingin makan.
“kau benar-benar tidak mau makan?”
Aku diam tidak menaggapi pertanyaannya
“lihat, aaa….aa…aa..” dia membuka mulut seperti
ingin membuatku iri dan meminta kembali makanan ku.
Aku menatapnya bingung. “apa yang kau lakukan?”
Dia membuang sendok berisi sarapan itu “sebenarnya
aku sama sepertimu, aku juga bosan makan makanan ini. Rasanya hambar”
“lalu kenapa kau bisa menghabiskan makanan itu?”
“karena aku ingin sembuh” 3 kata yang keluar dari
mulutnya sepeti mengandung makna yang besar
“aku malah tidak ingin sembuh”
“kenapa?”
“kau tidak perlu tau”
Pria itu diam, lalu dia mengambil sebuah PSP dari
lacinya. Aku menatap lekat pria itu, dia sangat asik dengan permainannya.
“siapa namamu?” tanyanya tiba-tiba lalu menaruh
mainannya dan menatapku. Mata kami saling bertemu.
“namaku? Jihyun, Lee Jihyun” kataku
“kenapa namamu korea lalu kau tinggal di
Indonesia?” tanyanya penasaran
“ayahku orang korea lalu ibu ku orang Indonesia”
jelasku
Pria itu hanya membulatkan mulut
“lalu bagaimana denganmu?” Tanya ku balik
“apa?”
“namamu?”
“ah… aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun, umur ku sekarang 21
tahun orang korea asli” jelasnya panjang lebar
“berarti kau lebih tua dariku”
“benarkah??berapa umurmu?” tanyanya lagi
“17 Tahun” jawabku ringan
Sunyi menyelimuti tak ada lagi percakapan diantara
kami. Sebenarnya rumah sakit ini sangat nyaman pelayanannya seperti hotel.
Mataku menatap seluruh ruangan dan mendapati sosok
pria asing itu lagi. Entah kenapa aku merasa sangat akrab dengannya walau
sikapnya tidak pantas untuk seorang pria dengan usia 21 tahun.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sudah satu minggu aku ada di rumah sakit ini
bersama pria yang bernama Kyuhyun itu. Semakin hari aku semakin akrab dengannya
bahkan kami sering berbagi makanan dan kami juga pernah bertengkar, karena dia
tidak mengijinkan ku meminjam PSP nya.
Hari ini dia tampak gelisah, karena besok aku akan
melakukan pencangkokan. Pencangkokan sumsum tulang belakang dan menggantinya
dengan sumsum yang lebih baik. Kata dokter ini adalah jalan satu-satunya agar
aku bisa sembuh.
Masalah kesembuhan aku merubah pemikiran ku,
sekarang aku malah ingin sembuh karena Kyuhyun yang terus menyemangatiku untuk
sembuh.
“kau kenapa?” tanyaku
“kau mau tidak nanti malam ke Sungai Han?”
“apa?? Maksudmu kabur?” mataku membesar mendengar
pertanyaannya
Memang selama ini aku mengatakan padanya bahwa aku
ingin pergi ke sungai Han, tapi ini bukan saat yang tepat.
“ayolah… “ pria ini malah memasang wajah yang
menyedihkan
“baiklah” aku agak ragu dengan keputusan ku,
mengingat besok aku harus oprasi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pria ini benar-benar nekad, dia benar-benar
mengajakku pergi. Sekarang kami bahkan sudah sampai di Sungai Han.
Aku tidak memikirkan bagaimana suster dan dokter
rumah sakit mencari kami berdua.
“indahkan?” tanyanya
“iya.. benar-benar indah” kataku tanpa mengalihkan
pandangan
Aku merasakan panas wajah Kyuhyun yang sekarang
sudah berada didepanku. Semakin dekat dan kami berciuman. Dia mendekap ku erat
samapai aku tidak bisa bernafas.
Dia melepaskan ciuman itu dan menatapku lekat
“aku mencintaimu, berjanjilah kau harus sembuh”
Pernyataan yang mengejutkan. Sekarang aku tidak tau
harus berbuat apa. Tiba-tiba aku merasa pusing, semakin lama semakin sakit dan
gelap, aku tidak tau apa yang terjadi padaku sekarang.
Saat membuka mata, aku tidak ada diruangan yang
sama dengan kyuhyun. Bahkan hanya ada dokter dan suster yang menggunakan
pakaian aneh. ‘apa sekarang aku sedang berada di Neraka?’ batinku
“cepat siapkan ruang oprasi” kata seorang dokter
Apa? Sekarang aku akan melakukan oprasi sumsum
tulang belakang. Seorang suster mendorong tempat tidurku menuju ruang oprasi.
Aku merasakan sebuah jarum menusuk kulitku dan mendadak
aku seperti mati rasa bahkan aku tidak merasakan tanganku lagi.
Aku memejamkan mata, saat ini pikiranku tertuju
pada pristiwa di Sungai Han. Ciuman mendadak, apa benar itu Kyuhyun yang
melakukan? ‘aku mencintai mu! Kau harus sembuh’ kalimat itu terus berputar
diotakku.
“pindahkan dia keruangan steril”
Aku masih bisa mendengar suara dokter yang
menanganiku tapi aku tidak kuat untuk membuka mata.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
2 bulan. Sudah 2 bulan aku tidak bertemu dengan
kyuhyun setelah kejadian di Sungai Han itu. Entah apa yang terjadi pada Kyuhyun
yang jelas sekarang aku sangat merindukannya.
Dokter mengatakan bahwa aku sudah bebas dari
leukemia itu dan sekarang hanya tinggal penyembuhannya saja, maka dari itu aku
di pindahkan ke ruang biasa seperti tempat ku dengan Kyuhyun namun tidak
bersama dengannya melainkan orang lain.
Hari ini aku mendengar kabar dari seorang suster
bahwa Kyuhyun keadaannya sangat keritis dan dia akan dirujuk ke rumah sakit di
Amerika.
Amerika?dunia yang jauh aku tidak membayangkan apa
yang terjadi nanti. Dan sekarang aku memaksa suster itu untuk mempertemukan ku
dengan Kyuhyun.
Aku sekarang sudah berada di tempat kyuhyun
menggunakan kursi roda, melihat Kyuhyun dengan banyak selang yang membantunya tetap
bertahan, matanya masih terpejam. Aku mendekat mengambil tangannya
menggenggamnya erat, air mata ku sudah tak tertahan dan jatuh begitu saja. Aku
menangis sejadi-jadinya.
“kau dasar bodoh!! Kau yang menyuruhku sembuh tapi
kenapa kau yang begini Cho Kyuhyun?!” kata ku pada Kyuhyun yang masih terpejam.
Aku menenggelamkan wajahku di tangan Kyuhyun
beberapa saat
“maafkan aku” aku mendongakkan kepalaku mendengar
suara Kyuhyun yang serak
“kau sudah sadar?”
“maafkan aku” katanya lagi sambil tersenyum
“saat ini pun kau masih bisa tersenyum?” kataku
sambil menghapus air mata
Tiba-tiba seorang wanita paruh baya masuk ke
ruangan, tampaknya dia dari keluarga yang terhormat
“bisakah kau keluar sebentar aku ingin bicara
dengan putraku?” katanya pada ku
‘Putraku? Apa maksud nya kyuhyun?’ itu adalah isi
pikiranku sekarang
“jangan pergi” kata kyuhyun yang tidak mau
melupaskan tanganku
“kau tau jihyun? Ini adalah ibu yang membuangku”
katanya sambil menatap tajam wanita itu.
“kyuhyun, kau tidak boleh bicara seperti itu, bukannya
kau ingin sembuh untuk bertemu orang tua mu?”
Kataku berusaha menghibur kyuhyun yang matanya
sudah memerah.
“maafkan ibu kyu”
“pergi kau sekarang!!” bentak kyuhyun
“baiklah ibu akan pergi tapi ingat 2 hari lagi
adalah keberangkatanmu ke Amerika”
Wanita itu langsung pergi meninggalkan kami.
Setelah wanita itu hilang aku berusaha tenang dengan pernyataan terakhirnya.
“kau akan pergi?” pertanyaan ini sudah tidak
tertahan lagi
“sepertinya begitu” jawabnya lalu menatapku.
Matanya memerah
Aku hanya tersenyum. Perasaanku sekarang campur
aduk, aku takut dia akan pergi. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku
cintai untuk yang kedua kali.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sekarang adalah hari kepergian Kyuhyun ke Amerika
dan keluarnya aku dari rumah sakit.
Dengan cepat aku berusaha untuk menyusul Kyuhyun ke
bandara, usaha ku hampir sia-sia melihat Kyuhyun yang akan masuk ruang
keberangkatan.
“kyuhyun!!! Kyuhyun!!! Cho Kyuhyun!!! Apa kau tidak
mendengar ku??!!!” aku terus berteriak sampai
akhirnya dia menoleh.
“kau melihatku?? Aku Jihyun, Lee Jihyun aku juga
mencintaimu!! Maka dari itu kau harus sembuh!! Kau harus sehat seperti ku
sekarang!! Berjanjilah padaku” aku berteriak sekeras mungkin mengeluarkan semua
kalimat yang ada dibenakku sekarang.
“ya, aku berjanji” katanya sambil menunjukkan ibu
jari lalu hilang diantara para penumpang
Aku lemas air mataku jatuh.”berjanjilah!”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mataku menatap Sungai Han begitu indah, aku
tersenyum mengingat kejadianku dengan Kyuhyun. Kabur dari rumah sakit lalu
berciuman, itu adalah kenangan terindahku.
Sekarang sudah 4 tahun aku tidak bertemu dengannya.
Aku tidak yakin kalau dia masih hidup.
Aku membaca kembali surat terakhir dari Kyuhyun, 4
tahun lalu saat dia akan pergi ke Amerika asistennya memberikan surat ini
padaku katanya ini Kyuhyun yang menulis.
I’LL BE WAITING FOR YOU
‘benar kau juga mencintaiku? Kalau begitu aku akan
berjanji padamu untuk sembuh!
Dan bisakah kau tetap menungguku?? Jika nanti aku
datang kembali dalam keadaan sehat maukah kau menjadi pendampingku?? Jika nanti
yang terjadi adalah sebaliknya kau harus melupakan ku dan mencari pria lain!
Kejadian di Sungai Han adalah hal yang paling indah
bagiku. Kau harus menungguku disana nanti!! Berjanjilah padaku!’
Surat ini adalah penyebab aku selalu datang ke
Sungai Han.
“Kyuhyun apa kau sendiri masih ingat akan janjimu
ini??!!” aku berteriak melampiaskan rasa rinduku.
“tentu aku masih ingat!!”
Mendengar teriakan dari belakang aku langsung
menoleh. Seorang dengan celana jeans dan baju lengan panjang.
“Cho Kyuhyun??”
“aku kira kau sudah lupa?!”
Dia berjalan mendekatiku sampai mata kami
benar-benar bertemu.
“benar kau?”
“apa kau tidak percaya?!” katanya dengan mata yang
dibesarkan
Aku tidak mampu berkata lagi. Aku memeluknya dan
menangis “jangan pergi lagi!! Jangan pergi lagi!!” kataku sambil memukul
punggungnya
“maafkan aku membuat mu menunggu terlalu lama”
katanya sambil melepaskan pelukannya
Dia mendekatkan wajahnya, menyentuh bibir ku.
Ciuman kedua kami di Sungai Han.
“bagaimana kau mau jadi pendampingku?” Tanya nya
Aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
Kyuhyun langsung menelukku dan menciumku. Lagi.
>>>>>> END
<<<<<<<
“Semakin lama rasa Cinta itu akan pudar dan berubah menjadi
kepercayaan. Berkat kepercayaan itu aku bisa menunggumu” – Lee Jihyun
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Argh… kalian
tau aku merasa puas bisa menyelesaikan Cerpen keduaku ini ^^.
Semoga kalian
suka dengan hasilku ini…
Mungkin
bahasanya terlalu buruk mohon dikomentari agar aku bisa membuat hasil yang
lebih baik
My Stories
Sabtu, 27 Juli 2013
(SRI MAHENDRA)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar