Hai... ini adalah cerita ku yang pertama
di blog ini. Happy reading ya ^_^
Aku
tidak pernah mengerti kenapa aku harus yang mengalaminya?
pertemuan
ini tidak direncanakan, ini begitu berat bagiku!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku menutup sebuah
novel yang telah habis ku baca dan melemparkan ke sembarang tempat
"Novel apa
ini?pertemuan di dunia maya? begitu menjijikan"
Aku mengusap wajahku,
aku tidak mengerti sekarang apa yang sedang aku fikir kan. Mataku menatap
langit kamar, sekarang fikiran ku berusaha mengingat isi bacaan pada novel
tadi.
"The Crowd
Voice?!" gumamku.
aku telah mengerti apa
yang sedang aku fikirkan sekarang. Aku
langsung beranjak dari tempat tidur, membuka laptopku dan mencari forum The
Crowd Voice.
Tangan ku lincah
menggerakkan mouse, memutar scroll bar keatas dan kebawah sampai akhirnya mataku menyipit pertanda aku tersenyum.
"ternyata memang
ada" tanpa basa basi aku langsung mendaftarkan diri ku dalam forum itu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
berbulan-bulan telah
berlalu. melalui forum ini aku banyak menemukan teman. walaupun tidak
mengetahui wajah masing-masing, tapi mereka semua tidaklah asing bagiku.
hari ini aku begitu
gembira dengan kehadiran seorang member baru. dia tidak terlalu baik dalam
bahasa Indonesia, karena dia baru pindah dari Korea, tapi aku senang dengan
kehadirannya, selain karena dia juga seorang ELF tapi dia juga bisa mengajariku
bahasa Korea.
Aku membuka profilnya.
dia menggunakan ava salah satu member Super Junior, jenis kelamin laki-laki.
Aku menaikan satu alisku, mengingat dia seorang pria yang menyukai boyband
korea itu jarang sekali. “apa benar dia seorang ELF?” gumamku. aku menekan
tombol yang bertulis kan ‘favorite’. Waktu itu fikiran ku hanya tertuju padanya
karena dia seorang ELF dan sudah lama menetap di Korea, hanya itu dan tidak
lebih.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
sudah seminggu dia
berada di Indonesia dan juga TCV, dia juga banyak bertanya mengenai Indonesia
dari postingnya. Entah kenapa aku sangat berharap dia memfavoritkan ku balik
agar aku bisa mengirimkan pesan untuk nya. ‘Ini sangat menyedihkan iya kan?’
~~~~~~~~~~~~~~~~
‘ini awal atau kah akhir??’
Hari selasa, 16 Juli
2013, hari keduaku masuk sekolah. Banyak waktu yang kosong, tidak ada pelajaran
bahkan tidak ada guru satupun yang masuk kelas.
Aku merasa sangat
bosan, aku menggerakkan layar hp ku keatas ke bawah. Mencari postingan keren di
akun TCV ku. Sejauh ini aku sudah memiliki 5 fans di forum itu.
Mataku membesar saat
mengecek sekali lagi fans ku. "fansku
bertambah satu orang!?" aku sangat senang, hal biasa aku lakukan jika fans
ku bertambah satu orang, berjoget kesana kemari teriak-teriak gak jelas… dan
itu langsung mendapat tatapan aneh dari teman duduk ku.
Aku kembali duduk
dengan tenang dan kembali fokus pada layar hp ku. Gerakan tangan secepat kilat melihat fans baruku dan ternyata benar dia
sudah memfavoritkan ku. "yes.." teriakku lagi. entah mengapa aku
merasa senang.
‘kenapa aku harus
merasa senang? Apa aku benar-benar mengharapkan pertemanan dari nya?!’
aku kembali tenggelam dalam ribuan komentar member lain mengenai posting 'Eneg Duluan' dari seorang member. Aku sedikit terkejut karena member baru itu juga ikut berkomentar.
sudah lama aku memperhatikan aktifitas nya
lewat fitur favorite dan itu adalah pertama kalinya dia berkomentar di
postingan member lain.
banyak yang
mengajarinya cara berkomentar dengan benar termasuk aku. sekian jam sudah kami
saling memberikan komentar. akhir komentar nya dia menulis sebuah
tanggapan yang sangat sulit aku mengerti.
“sepertinya aku harus
pergi dari sini... guys,, maaf sudah mengacaukan obrolan kalian...”
Aku menanggapi
komentarnya dengan lelucon yang bisa dibilang tidak lucu.
“pergi dari sini? maksud
nya tidak join TCV lagi?”
sudah sekian menit
tidak ada komentar balasan ‘apa dia benar ingin pergi?’ pikirku.
~~~~~~~~~~~~~~~~
‘ini adalah akhir?! tidak ini adalah awal. Permainan ini
baru dimulai’
mataku membesar
membaca sebuah postingan 'meninggalkan TCV' aku melihat nama member yang
membuat posting itu ternyata dia adalah orang yang sama saat berkomentar di
posting ‘eneg duluan’.
entah mengapa aku
sangat sedih. “apa mungkin apa mungkin ada kataku yang menyinggungnya?” itu
adalah pertanyaan yang sekarang sedang menghantuiku.
"kamu, gak serius
kan mau pergi dari TCV?? mungkin ada kata ku yang nyinggung kamu, aku minta
maaf ya?! :'(
Aku mengumpulkan
keberanianku untuk mengirimkannya pesan melalu fitur PM yang memang disediakan
*ini sejenis chat pribadi.
"sepertinya
begitu.. ^^ kamu bisa menghubungi aku melalui akun 'me2day' ku" balas nya
"ok... berarti
kita masih bisa temenan :')"
"aku di Indonesia
hanya 3 hari lagi"
Tanpa ditanya orang
itu memberikan informasi yang tidak aku inginkan. ‘lebih baik aku tidak
mengetahui kapan kau akan pergi’ entah bagaimana aku merasa sedih mengetahui
kepergiannya.
“seharusnya kamu gak
perlu ngasik tau aku, kapan kamu pergi?!” teriakku sendiri, dan itu mendapatkan
tatapan aneh dari teman dudukku. Lagi.
Banyak yang kami
bicarakan, mengenai kuliner di Indonesia, tempat wisata yang bagus di kunjungi.
Bahkan dia menanyakan nomor hp ku.
"bisa kamu berikan nomor hp mu? aku harus
segera ke hotel... kita bicara lewat hp saja ^^"
Sekarang bukan rasa
marah melainkan rasa khawatir yang lebih besar. ‘apa aku harus memberikan nomor
hp ku juga?’ Batinku. Tapi firasatku mengatakan kalau dia adalah orang yang
baik.
Inilah aku, aku lebih
suka menggunakan firasat dalam menilai orang lain. Walaupun terkadang firasatku
salah tapi kali ini pasti benar.
Dengan ragu aku
memberikannya nomor hp ku dan itu telah terkirim sebelum aku sempat
membatalkannya.
“kenapa aku memberikan
nomor ku dengan mudah?!”
sekarang aku bicara
lebih pelan agar aku tidak mendapat tatapan aneh lagi. Suasana kelasku
benar-benar kacau termasuk aku yang kacau dalam duniaku sendiri.
semenit kemudian masuk
sebuah pesan melalu hp ku, tertera nomor asing disana, pikiran ku langsung
tertuju pada member baru itu
"hallo, it's me..
ini nomorku selama di Indonesia J"
Setelah aku membaca
pesan singkat itu, aku sedikit ragu untuk membalasnya.
"hai... ^^ kamu
anggota TCV itu kan?"
Aku begitu antusias
untuk menunggu balasan orang yang tidak aku kenal. tidak tidak aku mengenalnya
lewat dunia maya tapi hanya saja aku tidak mengetahui wajahnya.
"namaku
sebenernya Park Eun Ri.. ^^"
Dia membalasnya. tapi
nama itu terdengar aneh mengingat kalau identitasnya adalah seorang pria di
TCV.
"nama mu seperti
perempuan... kalau aku panggil Eun Ri apa itu sopan?"
Pertanyaan yang bodoh,
aku tidak berfikir bahwa nanti dia akan tersinggung dengan pertanyaan ku itu.
"tentu saja boleh
^^"
"ehm... Eun Ri
kamu itu perempuan? maksudku namamu seperti perempuan :-D "
Mungkin sekarang dia
akan benar-benar tersinggung dengan pertanyaan itu. Pasti sekarang dia mengerti
maksud dari pertanyaan ku. *Aku hampir menganggap nya seorang transgender,
bodoh kan?’
"haha, kamu
benar. sebenarnya di TCV aku hanya menggunakan identitas sepupu laki-laki
ku"
Aku merasa sedikit lega dengan jawabannya.
"kalau begitu apa
boleh memanggil mu dengan eonni?"
"tentu saja,
panggil saja eonni :D"
rasa penasaranku
selalu muncul disaat yang tidak tepat. ‘kenapa aku terpancing untuk mengenalnya
lebih jauh sebelum kepergiannya 3 hari lagi?’
"apa mungkin kamu
akan ke Indonesia lagi? aku ingin melihat wajahmu J"
Pertanyaanku ini
terdengar sangat penuh harapan yang menyedihkan.
"sebenar nya aku
sudah di terima di UI, tapi karena aku akan pindah jadi aku tansfer mahasiswa
ke Seoul National Univ. jika ada waktu aku ingin kemari lagi ^^"
"mungkin kalau
nanti aku ke korea mungkin aku bisa bertemu dengan eonni ^^?"
Ya… yang ini adalah
harapanku dari dulu, ingin pergi ke negeri ginseng itu.
":D hubungi aku
jika kamu akan ke korea y!"
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pulang dari sekolah. aku masih terlalu sibuk dengan pesan dari teman baru sekaligus eonni baru
ku 'Park Eun Ri’ sampai aku lupa harus membersihkan diri.
selesai mandi aku
mengambil hp ku dan melihat 2 buah pesan dari Park Eun Ri
"apa yang sedang
kamu lakukan?"
Dia mengirimkan 2
pesan yang sama
"aku sedang...
hanya diam ^_^"
Sebenarnya balasan ku
itu adalah sebuah kebohongan, padahal aku sibuk menyalin catatan sekaligus
mengerjakan tugas yang lumayan sedikit.
"mengapa
begitu?"
"aku bingung
harus melakukan apa (^_^?) kamu sedang apa?"
"baru pulang
nonton film ni."
"wah... film
apa?"
"man of tai
chi... kamu suka nonton film?"
"lumayan... tapi
aku tidak suka dengan film barat"
tidak ada balasan
lagi, aku mencoba memulai percakapan yang terlihat sangat formal itu.
"apa eonni sudah
makan?"
Pertanyaan yang tidak
bagus untuk seorang teman, ini terdengar seperti seorang yang menghawatirkan
pasangannya.
"iya, sudah. jika
kamu mau ke korea jangan lupa hubungi aku ya! kamu bisa tinggal bersama ku
selama disana. aku hanya tinggal berdua dengan nenek ^^"
"wah... suatu
kebanggan bisa langsung mengunjungi rumah eonni ^^ aku dengar nenek mu sakit?
semoga cepat sembuh ya J"
"J jangan sungkan jika ke Korea nanti.
terimakasih!"
"J”
sudah satu jam tidak
ada pesan masuk, aku memutuskan untuk bermain TCV. lagi. saat aku akan beranjak
mengambil laptop, hp ku berbunyi
"jadwal
penerbangan ku dipercepat jadi besok lusa J"
Perasaan tidak rela
sekarang yang lebih menguasai diriku. ‘mengapa aku bisa tidak rela? Dia adalah
orang lain’
"aku pasti sangat
merindukan mu :’) penerbangan pagi?"
"kenapa kamu
merindukan ku? iya.. penerbangan pagi jam 07.30"
"karena kamu
eonni ku J"
Iya… sekarang aku
mengerti. jawaban ku sangat tidak tepat
"^^ aku beruntung
mengenal teman seperti mu"
Itu adalah jawaban
yang tidak aku sangka, bahkan orang tua ku tidak pernah mengatakan mereka
beruntung mempunyai anak seperti ku.
"aku jadi
benar-benar ingin bertemu dengan mu..."
"sering kirimi
email ya... jika ada waktu akan aku balas"
"baik lah, nanti
jangan lupakan aku ya!"
"tenang saja ”
":"D"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebenarnya
isi pesan ini bukan yang terakhir melainkan yang
pertama.
1 hari sebelum kepergiannya dari Indonesia, aku mengajak
nya bermain melalui hp, hanya agar aku bisa mengenalnya lebih dekat. Aku
sekarang bahkan mengetahui tanggal lahir nya.
“jika nanti Tuhan mengijinkan ku bertemu dengan mu di Korea
apa yang akan kau lakukan?”
Ini adalah pertanyaan ku dan harapan ku…
“mengajakmu berkeliling Korea. Aku akan menjadi tour guide
gratis untuk mu. Karena kau adalah teman ku”
Jawaban yang yang sangat pas, ‘iya kan?’
“benarkah?? Apa kau juga akan memberikan ku penginapan
gratis?”
“tentu saja, banyak kamar yang kosong di rumahku, lagi pula
aku hanya tinggal berdua dengan nenek”
‘Sepertinya dia sangat antusias atau ini hanya rasa percaya
diriku akan bisa mengunjunginya nanti?!’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kamis, 18 JULI 2013. Sekarang adalah hari
kepergiannya, berat memang harus melepaskan seorang teman yang baru kenal
bahkan tidak mengetahui rupanya secara nyata.
“hai sri. ^^ selamat pagi… apa aku mengganggu tidurmu??
Maaf aku baru bangun dan baru akan bersiap”
Itu adalah pesan pagi buta darinya. Bahkan mengucapkan
selamat pagi, ini benar-benar seperti seorang yang sedang menjalani kencan.
‘Benar tidak?’
“kau sudah berangkat?”
“aku sudah sampai dibandara.”
Yes… semua sekarang akan berakhir. Itu terdengar seperti
umpatan marah di hatiku
“semoga kau selamat sampai tujuan ^^”
“^^”
“jaga dirimu baik-baik ya”
“iya eonni ku”
Pesan itu,,, aku anggap akhir yang menyedihkan tapi
ternyata tidak. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi.
“aku sudah di lobi keberangkatan luar negeri. ^^”
“aku akan mengingat dan merindukan mu J”
“aku berangkat dulu ya. Sudah harus masuk pesawat.
Terimakasih atas semuannya.. aku akan merindukan mu.. goodbye, friend!”
“see u :-‘(“
Itu pesan terakhir yang menyakitkan, menyedihkan. ‘apa ini
adalah akhir atau awal?’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aku mengetahui wajah
nya melalui foto yang ia kirimkan pada ku dan dia juga mengetahui wajahku,
walau tidak secara nyata.
Selama ini dia memang
ingin merasakan punya saudara, karena dia adalah anak tunggal.
“terimakasih bantuan
mu selama ini ya. Jaga kesehatan adik ku. ^^ nice dream!”
‘adik ku’ dia
benar-benar menganggap ku sebagai adiknya.
Aku telah berjanji
padanya suatu hari nanti, dan jika Tuhan mengijinkan, saat usiaku 17 tahun aku
ingin menemuinya. Dan semoga Tuhan benar-benar mengijinkan J
begitulah pesan
terakhirku. 'apa perbuatan ku ini di benarkan? aku mengalami peristiwa ini
nyata bukan sebuah fiksi'
itu adalah kalimat
yang selalu terngiang setiap aku membaca pesan ku lagi. aku masih bingung apa
nanti aku benar-benar bisa bertemu dengan nya 'Park Eun Ri"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
bees... cerita ini nyata, aku yang mengalami nya sendiri
hari ini tepat nya hari Kamis, 18 Juli 2013 dan aku harus merelakannya lagi.
Aku sedikit tidak sangat sedih bahkan, biasanya aku akan sibuk berbalas pesan,
saling menanyakan keadaan dan sekarang, hari ini tidak ada 1 pun pesan masuk di
hp ku. Bukannya aku ingin menjadikan nya teman chating tapi biasanya dia yang
menanyakan keadaan ku, aku benar-benar merasakan rasanya memiliki kakak
perempuan. aku benar-benar ingin menangis sekarang.
HIDUP INI MEMANG PENUH KEJUTAN, benar kan?
THIS TRUE STORY
KAMIS, 18 JULI 2013
Sri Mahendra
2 komentar:
Good job^^
Halo ^^....
Terimakasih udah tinggalin komentar...
Apa bahasa ku berantakan?
Posting Komentar