Selasa, 16 Juli 2013

Can I see Your Face Once Again??


Hai... ini adalah cerita ku yang pertama di blog ini. Happy reading ya ^_^


Aku tidak pernah mengerti kenapa aku harus yang mengalaminya?
pertemuan ini tidak direncanakan, ini begitu berat bagiku! 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku menutup sebuah novel yang telah habis ku baca dan melemparkan ke sembarang tempat
"Novel apa ini?pertemuan di dunia maya? begitu menjijikan" 
Aku mengusap wajahku, aku tidak mengerti sekarang apa yang sedang aku fikir kan. Mataku menatap langit kamar, sekarang fikiran ku berusaha mengingat isi bacaan pada novel tadi.
"The Crowd Voice?!" gumamku.
aku telah mengerti apa yang sedang aku fikirkan sekarang. Aku langsung beranjak dari tempat tidur, membuka laptopku dan mencari forum The Crowd Voice.
Tangan ku lincah menggerakkan mouse, memutar scroll bar keatas dan kebawah sampai akhirnya mataku menyipit pertanda aku tersenyum.
"ternyata memang ada" tanpa basa basi aku langsung mendaftarkan diri ku dalam forum itu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
berbulan-bulan telah berlalu. melalui forum ini aku banyak menemukan teman. walaupun tidak mengetahui wajah masing-masing, tapi mereka semua tidaklah asing bagiku.
hari ini aku begitu gembira dengan kehadiran seorang member baru. dia tidak terlalu baik dalam bahasa Indonesia, karena dia baru pindah dari Korea, tapi aku senang dengan kehadirannya, selain karena dia juga seorang ELF tapi dia juga bisa mengajariku bahasa Korea.
Aku membuka profilnya. dia menggunakan ava salah satu member Super Junior, jenis kelamin laki-laki. Aku menaikan satu alisku, mengingat dia seorang pria yang menyukai boyband korea itu jarang sekali. “apa benar dia seorang ELF?” gumamku. aku menekan tombol yang bertulis kan ‘favorite’. Waktu itu fikiran ku hanya tertuju padanya karena dia seorang ELF dan sudah lama menetap di Korea, hanya itu dan tidak lebih.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
sudah seminggu dia berada di Indonesia dan juga TCV, dia juga banyak bertanya mengenai Indonesia dari postingnya. Entah kenapa aku sangat berharap dia memfavoritkan ku balik agar aku bisa mengirimkan pesan untuk nya. ‘Ini sangat menyedihkan iya kan?’
~~~~~~~~~~~~~~~~
‘ini awal atau kah akhir??’
Hari selasa, 16 Juli 2013, hari keduaku masuk sekolah. Banyak waktu yang kosong, tidak ada pelajaran bahkan tidak ada guru satupun yang masuk kelas.
Aku merasa sangat bosan, aku menggerakkan layar hp ku keatas ke bawah. Mencari postingan keren di akun TCV ku. Sejauh ini aku sudah memiliki 5 fans di forum itu.
Mataku membesar saat mengecek sekali lagi fans ku. "fansku bertambah satu orang!?" aku sangat senang, hal biasa aku lakukan jika fans ku bertambah satu orang, berjoget kesana kemari teriak-teriak gak jelas… dan itu langsung mendapat tatapan aneh dari teman duduk ku.
Aku kembali duduk dengan tenang dan kembali fokus pada layar hp ku. Gerakan tangan secepat kilat melihat fans baruku dan ternyata benar dia sudah memfavoritkan ku. "yes.." teriakku lagi. entah mengapa aku merasa senang.
‘kenapa aku harus merasa senang? Apa aku benar-benar mengharapkan pertemanan dari nya?!’

aku kembali tenggelam dalam ribuan komentar member lain mengenai posting 'Eneg Duluan' dari seorang member. Aku sedikit terkejut karena member baru itu juga ikut berkomentar.
 sudah lama aku memperhatikan aktifitas nya lewat fitur favorite dan itu adalah pertama kalinya dia berkomentar di postingan member lain.
banyak yang mengajarinya cara berkomentar dengan benar termasuk aku. sekian jam sudah kami saling memberikan komentar. akhir komentar nya dia menulis sebuah tanggapan yang sangat sulit aku mengerti.
“sepertinya aku harus pergi dari sini... guys,, maaf sudah mengacaukan obrolan kalian...”
Aku menanggapi komentarnya dengan lelucon yang bisa dibilang tidak lucu.
“pergi dari sini? maksud nya tidak join TCV lagi?”
sudah sekian menit tidak ada komentar balasan ‘apa dia benar ingin pergi?’ pikirku.
~~~~~~~~~~~~~~~~
ini  adalah  akhir?! tidak ini adalah awal. Permainan ini baru dimulai’
mataku membesar membaca sebuah postingan 'meninggalkan TCV' aku melihat nama member yang membuat posting itu ternyata dia adalah orang yang sama saat berkomentar di posting ‘eneg duluan’.
entah mengapa aku sangat sedih. “apa mungkin apa mungkin ada kataku yang menyinggungnya?” itu adalah pertanyaan yang sekarang sedang menghantuiku.
"kamu, gak serius kan mau pergi dari TCV?? mungkin ada kata ku yang nyinggung kamu, aku minta maaf ya?! :'(
Aku mengumpulkan keberanianku untuk mengirimkannya pesan melalu fitur PM yang memang disediakan *ini sejenis chat pribadi.
"sepertinya begitu.. ^^ kamu bisa menghubungi aku melalui akun 'me2day' ku" balas nya
"ok... berarti kita masih bisa temenan :')"
"aku di Indonesia hanya 3 hari lagi"
Tanpa ditanya orang itu memberikan informasi yang tidak aku inginkan. ‘lebih baik aku tidak mengetahui kapan kau akan pergi’ entah bagaimana aku merasa sedih mengetahui kepergiannya.
“seharusnya kamu gak perlu ngasik tau aku, kapan kamu pergi?!” teriakku sendiri, dan itu mendapatkan tatapan aneh dari teman dudukku. Lagi.
Banyak yang kami bicarakan, mengenai kuliner di Indonesia, tempat wisata yang bagus di kunjungi. Bahkan dia menanyakan nomor hp ku.
 "bisa kamu berikan nomor hp mu? aku harus segera ke hotel... kita bicara lewat hp saja ^^"
Sekarang bukan rasa marah melainkan rasa khawatir yang lebih besar. ‘apa aku harus memberikan nomor hp ku juga?’ Batinku. Tapi firasatku mengatakan kalau dia adalah orang yang baik.
Inilah aku, aku lebih suka menggunakan firasat dalam menilai orang lain. Walaupun terkadang firasatku salah tapi kali ini pasti benar.
Dengan ragu aku memberikannya nomor hp ku dan itu telah terkirim sebelum aku sempat membatalkannya.
“kenapa aku memberikan nomor ku dengan mudah?!”
sekarang aku bicara lebih pelan agar aku tidak mendapat tatapan aneh lagi. Suasana kelasku benar-benar kacau termasuk aku yang kacau dalam duniaku sendiri.
semenit kemudian masuk sebuah pesan melalu hp ku, tertera nomor asing disana, pikiran ku langsung tertuju pada member baru itu
"hallo, it's me.. ini nomorku selama di Indonesia J"
Setelah aku membaca pesan singkat itu, aku sedikit ragu untuk membalasnya.
"hai... ^^ kamu anggota TCV itu kan?"
Aku begitu antusias untuk menunggu balasan orang yang tidak aku kenal. tidak tidak aku mengenalnya lewat dunia maya tapi hanya saja aku tidak mengetahui wajahnya.
"namaku sebenernya Park Eun Ri.. ^^"
Dia membalasnya. tapi nama itu terdengar aneh mengingat kalau identitasnya adalah seorang pria di TCV.
"nama mu seperti perempuan... kalau aku panggil Eun Ri apa itu sopan?"
Pertanyaan yang bodoh, aku tidak berfikir bahwa nanti dia akan tersinggung dengan pertanyaan ku itu.
"tentu saja boleh ^^"
"ehm... Eun Ri kamu itu perempuan? maksudku namamu seperti perempuan :-D "
Mungkin sekarang dia akan benar-benar tersinggung dengan pertanyaan itu. Pasti sekarang dia mengerti maksud dari pertanyaan ku. *Aku hampir menganggap nya seorang transgender, bodoh kan?’
"haha, kamu benar. sebenarnya di TCV aku hanya menggunakan identitas sepupu laki-laki ku"
Aku merasa sedikit lega dengan jawabannya.
"kalau begitu apa boleh memanggil mu dengan eonni?"
"tentu saja, panggil saja eonni :D"
rasa penasaranku selalu muncul disaat yang tidak tepat. ‘kenapa aku terpancing untuk mengenalnya lebih jauh sebelum kepergiannya 3 hari lagi?’
"apa mungkin kamu akan ke Indonesia lagi? aku ingin melihat wajahmu J"
Pertanyaanku ini terdengar sangat penuh harapan yang menyedihkan.
"sebenar nya aku sudah di terima di UI, tapi karena aku akan pindah jadi aku tansfer mahasiswa ke Seoul National Univ. jika ada waktu aku ingin kemari lagi ^^"
"mungkin kalau nanti aku ke korea mungkin aku bisa bertemu dengan eonni ^^?"
Ya… yang ini adalah harapanku dari dulu, ingin pergi ke negeri ginseng itu.
":D hubungi aku jika kamu akan ke korea y!"
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pulang dari sekolah. aku masih terlalu sibuk dengan pesan dari teman baru sekaligus eonni baru ku 'Park Eun Ri’ sampai aku lupa harus membersihkan diri.
selesai mandi aku mengambil hp ku dan melihat 2 buah pesan dari Park Eun Ri
"apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia mengirimkan 2 pesan yang sama
"aku sedang... hanya diam ^_^"
Sebenarnya balasan ku itu adalah sebuah kebohongan, padahal aku sibuk menyalin catatan sekaligus mengerjakan tugas yang lumayan sedikit.
"mengapa begitu?"
"aku bingung harus melakukan apa (^_^?) kamu sedang apa?"
"baru pulang nonton film ni."
"wah... film apa?"
"man of tai chi... kamu suka nonton film?"
"lumayan... tapi aku tidak suka dengan film barat"
tidak ada balasan lagi, aku mencoba memulai percakapan yang terlihat sangat formal itu.
"apa eonni sudah makan?"
Pertanyaan yang tidak bagus untuk seorang teman, ini terdengar seperti seorang yang menghawatirkan pasangannya.
"iya, sudah. jika kamu mau ke korea jangan lupa hubungi aku ya! kamu bisa tinggal bersama ku selama disana. aku hanya tinggal berdua dengan nenek ^^"
"wah... suatu kebanggan bisa langsung mengunjungi rumah eonni ^^ aku dengar nenek mu sakit? semoga cepat sembuh ya J"
"J jangan sungkan jika ke Korea nanti. terimakasih!" 
"J
sudah satu jam tidak ada pesan masuk, aku memutuskan untuk bermain TCV. lagi. saat aku akan beranjak mengambil laptop, hp ku berbunyi
"jadwal penerbangan ku dipercepat jadi besok lusa J"
Perasaan tidak rela sekarang yang lebih menguasai diriku. ‘mengapa aku bisa tidak rela? Dia adalah orang lain’
"aku pasti sangat merindukan mu :’) penerbangan pagi?"
"kenapa kamu merindukan ku? iya.. penerbangan pagi jam 07.30"
"karena kamu eonni ku J"
Iya… sekarang aku mengerti. jawaban ku sangat tidak tepat
"^^ aku beruntung mengenal teman seperti mu"
Itu adalah jawaban yang tidak aku sangka, bahkan orang tua ku tidak pernah mengatakan mereka beruntung mempunyai anak seperti ku.
"aku jadi benar-benar ingin bertemu dengan mu..."
"sering kirimi email ya... jika ada waktu akan aku balas"
"baik lah, nanti jangan lupakan aku ya!"
"tenang saja
":"D"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebenarnya  isi  pesan ini bukan yang terakhir melainkan yang pertama.
1 hari sebelum kepergiannya dari Indonesia, aku mengajak nya bermain melalui hp, hanya agar aku bisa mengenalnya lebih dekat. Aku sekarang bahkan mengetahui tanggal lahir nya.
“jika nanti Tuhan mengijinkan ku bertemu dengan mu di Korea apa yang akan kau lakukan?”
Ini adalah pertanyaan ku dan harapan ku…
“mengajakmu berkeliling Korea. Aku akan menjadi tour guide gratis untuk mu. Karena kau adalah teman ku”
Jawaban yang yang sangat pas, ‘iya kan?’
“benarkah?? Apa kau juga akan memberikan ku penginapan gratis?”
“tentu saja, banyak kamar yang kosong di rumahku, lagi pula aku hanya tinggal berdua dengan nenek”
‘Sepertinya dia sangat antusias atau ini hanya rasa percaya diriku akan bisa mengunjunginya nanti?!’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kamis, 18 JULI 2013. Sekarang adalah hari kepergiannya, berat memang harus melepaskan seorang teman yang baru kenal bahkan tidak mengetahui rupanya secara nyata.
“hai sri. ^^ selamat pagi… apa aku mengganggu tidurmu?? Maaf aku baru bangun dan baru akan bersiap”
Itu adalah pesan pagi buta darinya. Bahkan mengucapkan selamat pagi, ini benar-benar seperti seorang yang sedang menjalani kencan. ‘Benar tidak?’
“kau sudah berangkat?”
“aku sudah sampai dibandara.”
Yes… semua sekarang akan berakhir. Itu terdengar seperti umpatan marah di hatiku
“semoga kau selamat sampai tujuan ^^”
“^^”
“jaga dirimu baik-baik ya”
“iya eonni ku”
Pesan itu,,, aku anggap akhir yang menyedihkan tapi ternyata tidak. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi.
“aku sudah di lobi keberangkatan luar negeri. ^^”
“aku akan mengingat dan merindukan mu J
“aku berangkat dulu ya. Sudah harus masuk pesawat. Terimakasih atas semuannya.. aku akan merindukan mu.. goodbye, friend!”
“see u :-‘(“
Itu pesan terakhir yang menyakitkan, menyedihkan. ‘apa ini adalah akhir atau awal?’
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aku mengetahui wajah nya melalui foto yang ia kirimkan pada ku dan dia juga mengetahui wajahku, walau tidak secara nyata.
Selama ini dia memang ingin merasakan punya saudara, karena dia adalah anak tunggal.
“terimakasih bantuan mu selama ini ya. Jaga kesehatan adik ku. ^^ nice dream!”
‘adik ku’ dia benar-benar menganggap ku sebagai adiknya.
Aku telah berjanji padanya suatu hari nanti, dan jika Tuhan mengijinkan, saat usiaku 17 tahun aku ingin menemuinya. Dan semoga Tuhan benar-benar mengijinkan J
begitulah pesan terakhirku. 'apa perbuatan ku ini di benarkan? aku mengalami peristiwa ini nyata bukan sebuah fiksi'
itu adalah kalimat yang selalu terngiang setiap aku membaca pesan ku lagi. aku masih bingung apa nanti aku benar-benar bisa bertemu dengan nya 'Park Eun Ri"

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 
bees... cerita ini nyata, aku yang mengalami nya sendiri hari ini tepat nya hari Kamis, 18 Juli 2013 dan aku harus merelakannya lagi. Aku sedikit tidak sangat sedih bahkan, biasanya aku akan sibuk berbalas pesan, saling menanyakan keadaan dan sekarang, hari ini tidak ada 1 pun pesan masuk di hp ku. Bukannya aku ingin menjadikan nya teman chating tapi biasanya dia yang menanyakan keadaan ku, aku benar-benar merasakan rasanya memiliki kakak perempuan. aku benar-benar ingin menangis sekarang.

HIDUP INI MEMANG PENUH KEJUTAN, benar kan?


THIS TRUE STORY
KAMIS, 18 JULI 2013


Sri Mahendra


2 komentar:

Anonim mengatakan...

Good job^^

Sri mahendra mengatakan...

Halo ^^....
Terimakasih udah tinggalin komentar...
Apa bahasa ku berantakan?